Domo-kun Staring

Rabu, 13 Februari 2013


Apakah Wi-Fi Berdampak Negatif pada Kesehatan Si Kecil?

0

Apakah Wi-Fi Berdampak Negatif pada Kesehatan Si Kecil? (health)

Koneksi internet tanpa kabal atai Wi-Fi sudah menjadi salah satu fasilitas 'wajib' di beberapa sekolah. Tetapi Wi-Fi disebut-sebut memiliki efek radiasi terhadap terhadap kesehatan anak-anak. Benarkah?

Seperti yang dikutip dari Ezine Article, belakangan ini semakin banyak asosiasi medis, dokter dan ilmuwan yang merasa khawatir dengan adanya Wi-Fi di sekolah-sekolah. Menurut mereka, beberapa anak mengalami sakit kepala, kelelahan, mual, nyeri di dada, memiliki masalah pada penglihatan dan alami gangguan tidur.

Selain itu, ada pula peningkatkan gangguan kesehatan lain seperti ADHD, alergi, asma. Kesemua masalah kesehatan tersebut dialami anak-anak setelah sekolah mereka menyediakan fasilitas Wi-Fi. Gejala itu terjadi karena intensitas gelombang mikro dalam satu ruang kelas di Sekolah County Simcoe ternyata empat kali lebih kuat dari menara ponsel.

Mengapa anak-anak? Berdasarkan ilmuwan, sistem saraf dan otak anak masih dalam tahap berkembang, hal itulah yang jadi alasan mengapa anak-anak lebih rentan terhadap radiasi Wi-Fi, ketimbang orang dewasa. Kesimpulan itu juga diamini oleh Dr. Barrie Trower, seorang fisikawan dari Inggris.

"Anak-anak belum dewasa secara fisiologis dan neurologis. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar darah di otak membuat penghalang, hal itu membuat anak-anak lebih rentan terhadap radiasi gelombang mikro. Dan sistem kekebalan tubuh yang dapat melawan kerusakan, membutuhkan waktu 18 tahun untuk berkembang," jelas Trower.

Kendati demikian, beberapa peneliti sedang melakukan investigasi lebih jauh, mengenai bahaya yang timbul oleh sinyal Wi-Fi ini. Pasalnya, tidak semua anak mengalami hal yang serupa, kecuali mereka mempunyai alergi.

Jumat, 08 Februari 2013


5 Trik Berpenampilan Agar Tampak Lebih Tinggi

0
Tak sedikit wanita yang ingin memiliki tubuh tinggi semampai. Banyak cara dicoba mulai dari olahraga hingga pengobatan alternatif. Padahal, tubuh tinggi bisa didapatkan dengan memilih pakaian yang tepat. Seperti yang dikutip dari All Women Stalk, berikut lima trik dalam berpenampilan agar Anda tampak lebih tinggi dari ukuran tubuh biasanya.



1. Pakai High Heels

Ini merupakan cara instan untuk membuat tubuh Anda tampak lebih tinggi. Sepatu tingg menjadikan postur tubuh lebih tegak serta memberikan kesan anggun. Pilihlah model sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki dan selera Anda. Manfaat lain dari mengenakan heels adalah, memperbaiki otot dasar panggul dan meningkatkan gairah seksual.

"Wanita sering merasa kesulitan melakukan olahraga dengan benar di daerah sekitar otot panggul, gunakan sepatu hak tinggi untuk mengatasi masalah ini," papar Dr. Maria Cerruto, ahli Urology asal Italia.

2. Perhatikan Model Pakaian


Berhati-hati menggunakan pakaian yang terbuat dari kain berat dan tebal karena akan bikin Anda kelihatan pendek. Hindari pakaian terlalu ketat yang bisa mempertegas ukuran tubuh. Sebaiknya pilih baju yang panjangnya sebatas pinggul Anda. Wanita bertubuh mini semakin terkesan pendek bila menggunakan model baju dengan panjang melebihi lutut.

3. Pertimbangkan Motif dan Warna Pakaian


Agar tubuh terkesan lebih tinggi, sebaiknya kenakan pakaian yang memiliki garis-garis vertikal dengan garis-garis tipis, jahitan terlihat, serta kancing yang menonjol. Untuk warna, pilih warna yang senada antara atasan dan bawahannya. Usahakan pemilihan bahan yang lembut, seperti wool, linen, serta katun, yang akan membuat Anda tampak lebih langsing.

4. Ubah Gaya Rambut Anda


Trik ini cukup signifikan bagi Anda yang ingin terlihat lebih tinggi. Perubahan hairstyle bisa membuat Anda tampak segar. Coba pilih gaya rambut yang tipis di bagian sisi dan agak tinggi pada bagian atas. Jangan mengaplikasikan gaya rambut melebar karena bikin tubuh terlihat pendek. Untuk jenis potongan, model layer bisa menjadi pilihan. 

5. Pilih Potongan yang Pas Badan


Carilah potongan baju yang sesuai ukuran bentuk tubuh. Tidak ketat, tidak pula terlalu longgar. Celana 'gombrong' dan rok midi bisa membuat kaki Anda semakin pendek dan besar. Sebagai alternatif, kenakan rok mini agar bantu mengekspos kaki indah Anda.


7 Cara Atasi Patah Hati dalam Seminggu

0


Bersedih setelah putus hubungan adalah hal yang wajar. Namun jangan sampai berlarut-larut hingga berbulan-bulan bahkan sampai tahunan. Untuk membantu Anda mengatasi rasa sakit hati setelah putus cinta dengan cepat, tips dari All Women Stalk berikut ini dapat Anda coba.


1. Hari ke-1: Menangis

Hari pertama setelah putus cinta, tidak ada salahnya jika Anda ingin menangis seharian dikamar. Mendengarkan lagu sedih, menghabiskan tisu berlembar-lembar untuk menangis, atau meluapkan emosi Anda dengan berteriak sampai hati merasa puas. Untuk hari pertama ini, berpuas-puaslah menangisi diri Anda, karena besok banyak hal menyenangkan lainnya menunggu.

2. Hari ke-2: Membuat Tulisan

Menulis bisa menjadi media untuk meluapkan emosi Anda. Setelah kemarin puas menangis, kini waktunya Anda menuliskan keluh kesah Anda dalam bentuk tulisan. Anda bisa menulis segala hal mengenai apa yang Anda rasakan hari ini, kemarin, dan harapan Anda kedepannya. Menulis di buku harian setiap harinya sampai Anda merasa tidak ada lagi yang perlu ditulis karena sudah merasa lebih baik.

3. Hari ke-3: Buat Daftar

Setelah putus cinta, segala memori yang menyenangkan dengannya dulu akan bermain di pikiran Anda. Tapi jangan sampai Anda terlarut dalam masa lalu. Buatlah sebuah daftar mengenai segala hal yang ia lakukan hingga membuat Anda marah. Baik itu hal kecil maupun masalah besar yang membuat Anda lelah dengannya. Tulis setidaknya sampai satu halaman penuh, dan lihat kembali daftar ini, jika tiba-tiba muncul keinginan untuk menghubunginya.

4. Hari ke-4: Memulai Hobi Baru

Mulailah melakukan hobi yang biasanya tidak pernah Anda lakukan ketika masih bersamanya. Bisa yoga untuk menenangkan pikiran, atau thai boxing untuk mengeluarkan emosi Anda. Hobi baru ini nantinya akan memberi Anda kesibukan, hingga tidak sempat lagi untuk mengingat mantan kekasih.

5. Hari ke-5: Perawatan Tubuh

Setelah lelah menangisi kepergiannya, Anda harus mulai untuk mencintai diri Anda sendiri lagi. Lakukan berbagai perawatan seperti creambath, luluran, atau spa untuk memanjakan diri Anda. Selain tubuh dan pikiran yang lebih rileks, perawatan ini juga membuat Anda lebih cantik dan siap menemukan cinta baru.

6. Hari ke-6: Jadwalkan Waktu Sedih

5 hari telah berlalu, dan Anda masih sering menangisinya. Hal ini wajar, karena penyembuhan sakit hati memang sulit bagi sebagian orang. Untuk mengatasinya, buatlah satu jadwal untuk waktu bersedih Anda. Misalnya saja, 15 menit tiap malamnya, Anda boleh terhanyut dalam lantunan lagu patah hati, namun setelahnya Anda harus bangkit. Lagipula Anda punya jadwal bersedih lagi untuk keesokan harinya. Lakukan hal ini sampai Anda merasa tidak ada hal yang perlu ditangisi lagi.

7. Hari ke-7: Tidak Menghubunginya

Setelah seminggu dalam masa pemulihan sakit hati, mungkin Anda masih menghubunginya beberapa kali, baik melalui SMS atau telepon. Namun di hari ke-7 ini, mulailah untuk menghapus kontak atau block sosial medianya. Karena Anda akan sulit move on jika masih memiliki akses untuk berhubungan dengannya. Mungkin akan sangat sulit diawal, namun ketika Anda berhasil melaluinya kira-kira sebulan, keinginan untuk berhubungan dengannya pun jadi makin berkurang.